Bagi pembaca yang sudah berumur lebih dari 30 tahun, Coba anda mengingat teman-teman semasa sekolah dulu yang masuk 10 besar dari depan dan mereka yang 'beruntung' tidak tinggal kelas dan masuk dalam 10 besar dari belakang...
Coba bandingkan kehidupan mereka saat ini, kalau anda sudah berusia diatas 30 tahun, tentu sudah bisa melihat mana mereka yang sukses (secara finansial) dan mana yang tidak..... Anda tentu terkejut melihat tidak ada korelasi antara prestasi semasa sekolah dengan prestasi di pekerjaan, bisnis, dll.....
Bahkan saya lihat banyak sang juara kelas justru kalah telak dalam hal prestasi kerja di banding teman-teman sekolah mereka dulu, bahkan termasuk dari mereka yang berpredikat terburuk di kelas...
Kenapa ? dalam pandangan saya satu faktor utama yang menjadi penyebabnya....
Semasa sekolah, kita bisa juara kalau teman-teman lain dapat nilai di bawahnya.... Makanya tidak heran, umumnya sang juara kelas ini pelit dalam membagi ilmu kepada teman-temannya, alias ngak mau ngajarin yang lain. Lah kalau diajarin, besok pada dapat 10 semua, yah jadi ngak istimewa donk.... Dan persaingan merebut posisi pertama jadi lebih berat...
Akhirnya sang juara ini terbiasa menjadi individual player selama belasan tahun.... Sementara di dunia kerja berlaku hukum yang sebaliknya....
Pernahkah anda menemukan orang yang punya perusahaan besar yang omsetnya milyaran, tapi semuanya di kerjakan oleh bosnya sendiri ?
Atau adakah seorang CEO, Direktur, Manager yang bisa berprestasi sendirian ?
Kebiasaan sebagai individual player semasa sekolah (pelit bagi ilmu, takut orang lain lebih pintar) yang tertanam selama belasan tahun, menjadi bumerang yang mematikan karier si juara kelas ini..
Saya ingat satu pelajaran penting yang di berikan oleh mantan Bos saya, "Jangan takut memiliki anak buah yang lebih pintar dari kamu, karena ilmu yang harus kamu kuasai adalah ilmu manajerial, sehingga kamu bisa memanage orang-orang pintar tersebut agar bisa dan mau bekerja maksimal untuk kepentingan karier kamu"
Jadi apakah salah bila anak berprestasi di sekolah ? Tentu tidak....
Tapi anda perlu mengajari ketrampilan lain, yaitu ketrampilan memimpin dan ketrampilan lainnya yang jauh lebih penting dibandingkan seabrek pelajaran yang di berikan oleh sekolah...
Coba anda ingat2 lagi, berapa banyak ilmu yang anda dapatkan di sekolah yang masih anda gunakan hingga saat ini ? 10%, 20%, 30%,
kalau saya mereview diri saya pribadi, cuma 10% tuh... semua rumus2 Fisika, Matematika, Kimia yang rumit2 dan bikin sakit kepala tidak ada satupun yang saya gunakan sekarang...
Segala nama latin hewan dan tanaman yang susah payah di hapalkan selama pelajaran Biologi tidak ada satupun yang berguna bagi saya sekarang...
Kalau anda merasakan hal yang sama dengan saya, kenapa kita harus memaksa anak2 kita belajar sesuatu yang akan jadi sampah di kemudian hari ? kenapa tidak dari sekarang kita ajarkan ilmu-ilmu yang jelas-jelas akan berguna dan di pakai terus oleh anak anda hingga dewasa nanti ?
Saat ini anak saya baru umur 2,5 tahun, dan saya punya impian, ketika anak saya lulus sekolah nanti, dia sudah punya pengalaman "kerja" 18 tahun, sementara teman2nya hanya punya pengalaman sekolah 18 tahun, dan ketika teman2nya sibuk melamar pekerjaan dan memulai karier dari bawah, anak saya sibuk menginterview teman2nya untuk dijadikan pegawainya...
Bukan dengan menlanjutkan usaha bapaknya, tapi 100% murni usaha yang dibangunnya sendiri dengan pengalaman 18 tahun jatuh bangun....
Impian yg edan dan sombong ? terserah anda menilainya, tapi bagi pembaca yang mempunyai impian yang sama dengan saya, yuk kita berbagi cerita dan caranya.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar